Grounding System Untuk WiFi


Artikel ini saya ambil dari Speedy Wiki.

Pada dasarnya ada tiga (3) jenis grounding system, yaitu:

Safety ground, ini untuk daya listrik berteganggan tinggi (PLN)
Lightning ground, ini untuk menyalurkan petir ke tanah.
RF ground, ini untuk grounding sinyal RF (radio).

Yang kita perlukan dalam operasional WLAN adalah Lightning Ground dan RF Ground, kedua-nya harus diletakan pada tempat yang terpisah, jangan di jadikan satu.

RF Grounding system terutama dibutuhkan untuk antenna omnidirectional atau [antena sectoral]]. Untuk antenna directional biasanya tidak dibutuhkan, karena salah satu bagian dari antenna directional telah menjadi RF ground itu sendiri. RF ground dapat dibuat dari beberapa kabel radial di tanah yang di sambungkan ke ground coax.

Lightning Ground secara detail dapat dilihat di http://www.arrl.org/tis/info/lightning.html. Beberapa rekan biasanya menggunakan air di sumur bor sebagai ground yang baik. Intinya, kita harus menyediakan tempat dengan resistansi yang paling rendah bagi petir agar masuk ke jalur yang kita sediakan. Tentunya dengan adanya lightning ground ini maka diperlukan peralatan anti-petir di hubungkan ke kabel coax yang kita gunakan agar bisa menyalurkan petir ke lightning ground.

Tampak pada gambar adalah sistem grounding yang biasa digunakan. Sebuah pipa 2.5 meter yang dimasukan ke tanah dapat menjadi ground. Berbagai detail asesori grounding & instalasi di perlihatkan pada gambar dari http://www.glenmartin.com/catalog/lighting.htm.

Rute kabel ground yang terbaik adalah sependek mungkin dengan kabel selebar mungkin dari antenna ke pipa ground. Peralatan proteksi petir yang ada juga perlu di ground.

Sebuah pipa 2.5-meter biasanya digunakan sebagai ground. Beberapa teman biasanya membor sampai mencapai air tanah, dan memasukan kabel dan pipa sampai menyentuh air tanah tersebut.

Salah satu masalah utama dari sistem grounding adalah resistansi akan naik bersama waktu. Beberapa teman biasanya meletakan pupuk urea untuk menurunkan resistansi tanah. Kalau yang cukup tega, kadangkala teknik primitif yang bisa dilakukan adalah “mengencingi” (maaf) wilayah tempat ground tersebut!

Advertisements

Memanfaatkan bekas antena Astro / Indovision untuk WiFi


Antena ASTRO Holic

Disini kita memanfaatkan sebuah Disc ASTRO yang sudah ga dipakai lagi, daripada kebuang sia-sia mendingan kita pakai buat antena WiFi.
Kita siapkan bahan-bahan dulu…..
Bahan yang dibutuhkan adalah:

1. Pipa PVC ukuran 3”, panjang 24cm
2. Tutup pralon / dop pipa ukuran 3” 2buah
3. Tutup pralon / dop pipa ukuran 1” 1buah
4. Mur Baut panjang 2cm
5. Alumunium foil
6. USB WiFi
7. Kabel UTP panjang max 15 Meter
8. Kabel sambungan USB
Bahan yang utama untuk membuat Antena adalah poin 1 – 6, jika sudah mempunyai kabel perpanjangan USB tidak perlu menyiapkan poin 7 & 8.

Langsung aja kita praktek……

a. Ambil dop pipa ukuran 3” & 1”, kita lubang pas ditengah seukuran baut yg sudah kita siapkan. Lalu kita tempelkan secara berlawanan & baut kencang kedua dop pipa tersebut.

DOP tutup pralon

b. Lapisi bagian dalam dop ukuran 3” dengan alumunium foil.

c. Selanjutnya ambil pralon pvc 3”, lubangi seukuran slot USB untuk memasukkan USB
WiFinya, ukuran 5cm dari bibir pralon. Dan buat garis 19cm dari bibir tersebut untuk
area alumunium foil. Dan jangan lupa lapisi bagian luar pralon dengan Alumunium foil.

d. Masukkan USB WiFinya kedalam pralon lalu tutup dengan dop yang telah kita buat tadi. Dop yang ada lapisan alumunium foilnya pasang di sebelah paling dekat dengan lubang USB. Ingat!! Dop paling ujung jangan dilapisi alumunium…..

e. Pasang rangkaian pralon tadi pada tangkai antena ASTRO yang telah kita siapkan.

Selesai sudah prakaria kita, saatnya ujicoba scan sinyal dengan software “Network Stumbler”.



Hasil dari scan sinyal……

Nah selamat berkarya, kalo ada yang bisa bikin lebih sensitif lagi silahkan di share…
Kita kembangkan cara ini, siapa tau bisa ngalahin antena GRID pabrikan hehehehehee…

foto lebih komplit ada disini

The Bullet from Ubiquiti Network


Sungguh berita baru….

UBNT atau yang lebih dikenal dengan Ubiquiti Network (bagi yang bermain di dunia wireless networking tentunya tidaklah asing) mengeluarkan produk baru mereka, lebih simpe, kecil, ringan, dan powerfull. Untuk firmware AirOS yang selalu jadi andalan.

Ini situs resminya http://www.ubnt.com/products/bullet.php

datasheet :

  • Processor Specs : Atheros MIPS 4KC, 180MHz
  • Memory Information : 16MB SDRAM, 4MB Flash
  • Networking Interface : 1 X 10/100 BASE-TX (Cat. 5, RJ-45) Ethernet Interface
  • Approvals : FCC Part 15.247, IC RS210
  • RoHS Compliance : YES
  • Max TX Power : Up to 1000mW
  • Power Method : Passive Power over Ethernet (pairs 4,5+; 7,8 return)
  • Operating Temperature : -30C to +75C
  • Weight : 0.18 kg

Woooowww….. Up To 1000mW, berati nyampai sekitar 1Watt dwonk. Menurut isunya barang ini di klaim seharga $39 USD, kalikan aja ama kurs dollar kita. Gak lama lagi bakal masuk pasaran indonesia kok, tenang aja and sabar nunggu.